Sabtu, 08 Agustus 2009
RENCANA REUNI AKBAR ALUMNI LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH RAWA
Kamis, 16 April 2009
Rabu, 04 Maret 2009
IQ RAPUH TANPA EQ DAN SQ (Belajar dari Kisah Dua David)
Minggu-minggu ini, nama David Hartanto Wijaya tiba-tiba mencuat di berbagai media dalam dan luar negeri. Ia adalah salah seorang mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura yang berasal dari
Seperti diberitakan di media online 'The Straits Times dan The Asia One', seorang mahasiswa
Motif bunuh diri yang dilakukan mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura asal
Pologruto di Florida Amerika Serikat. Bedanya David Hartanto menusuk dosen pembimbingnya, sedangkan David Pologruto (seorang guru) yang ditusuk oleh siswanya. Cerita faktual ini dikemukakan oleh Daniel Goleman, dalam bukunya "Working with Emotional Intellegence (1999)."
Sebuah nasib tragis guru Fisika yang bernama David Pologruto di SMU
Dua peristiwa yang melibatkan dua nama David di atas menyiratkan pesan ambigu: Bagaimana mungkin seorang mahasiswa David Hartanto yang dikenal cerdas justru menikam dosen pembimbingnya dan mengakhiri hidup dengan bunuh diri? Bagaimana mungkin siswa Jason yang otaknya pintar justru menusuk guru Fisikanya dengan sebilah pisau dapur?
Jawabannya: kecerdasan intelektual (IQ) sedikit saja kaitannya dengan kehidupan emosional. Inilah argumen epistemologis Goleman untuk menggeser paradigma Intellegence Quotient (IQ) ke arah paradigma Emotional Quotient (EQ). Berbagai temuan riset baru dipaparkan Goleman sekedar untuk menegaskan bahwa EQ dapat sama ampuhnya dan terkadang lebih ampuh daripada IQ. Bahkan dengan memanfaatkan penelitian yang menggemparkan tentang otak dan perilaku, ia memperlihatkan faktor-faktor yang terkait mengapa orang yang ber-IQ tinggi gagal, dan orang yang ber-IQ sedang-sedang saja atau rendah menjadi sukses. Faktor-faktor ini mengacu kepada cara lain untuk menjadi cerdas. Cara yang disebutnya Kecerdasan Emosional (EQ). David Hartanto yang labil emosinya sehingga stress karena beasiswanya dihentikan dan nilainya yang kurang serta beratnya beban menyelesaikan tugas akhir atau labilnya emosi Jason sehingga ia menusuk gurunya dengan pisau, membuktikan bahwa peran EQ sangat ampuh dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan kehidupan. Jika setiap permasalahan dihadapi dengan tenang dan selalu dianggap menjadi sebuah tantangan, niscaya akan 'enjoy' menyelesaikannya.
Peristiwa tersebut juga membuktikan bahwa jenis kecerdasan tidaklah tunggal dan monolitik: IQ an sich. Bahkan jauh sebelumnya Howard Garner (1989) pun sudah mengurai Multiple Intellegences, sebuah spektrum kecerdasan yang berwajah plural, mulai dari dari kecerdasan akademis, musik, olahraga, natural, spasial, intrapersonal, sampai inter personal.
Namun demikian banyak orang yang menyangsikan akan ampuhnya kecerdasan emosional, mereka seringkali menyatakan agak aneh bagaimana membawa kecerdasan pada emosi? Karena fakta selama ini seringkali bicara: "emosi membawa kita kepada amarah". Amarah itu sendiri menjerumuskan orang pada sikap dan perilaku tidak terpuji. Amarah mematikan nalar dan intelektual yang secara otomatis akan membunuh potensi IQ sendiri.
EQ ini tidak sekedar dikenali, tapi lebih lanjut perlu disadari eksistensinya dalam mempengaruhi kehidupan emosional kita. Dengan menyadarinya, kita tak lagi dikuasai atau diperbudak emosi, tapi justru sebaliknya, kita dapat menguasai emosi. Itulah sebabnya paradigma EQ lebih mengacu pada kesadaran diri untuk mengendalikan emosi. Bayangkan jika emosi tak terkendali, orang biasanya selalu marah-marah, padahal sikap marah-marah akan merugikan sendiri dan orang lain. Disinilah ampuhnya EQ ketimbang IQ. Dalam praktek kerja sehari-hari, keampuhan EQ itu begitu terasa. Penuh motivasi dan kesadaran diri, empati, simpati, bersolidaritas tinggi dan penuh dengan kehangatan emosional dalam interaksi kerja.
Keampuhan EQ akan lemah dengan sendirinya dan tanpa berarti apa-apa tanpa adanya dorongan dan kekuatan kecerdasan yang lain yang paling utama, yaitu Spiritual Quotient (SQ). Seorang David Hartanto dan Jason yang otaknya 'encer', akan selalu berada pada tataran pengendalian diri yang stabil dan penghayatan religius yang mantap, apabila eksistensi kesadaran diri dan kedekatannya dengan Ilahi (Tuhan) muncul. Dengan kejadian tragis di atas, perlu dipertanyakan sampai sejauhmana kecerdasasan spiritual mereka berdua terasah. Jika manusia memiliki kepercayaan dan kedekatan terhadap Tuhan dengan baik dan kuat, tidaklah mungkin mereka melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Tidak mungkin mereka akan bunuh diri, stress, putus asa, merampok, korupsi, mencopet, mencuri, berzina, dan sebagainya. Kedekatan dengan Tuhan akan membawa manusia pada ketenangan dan kedamaian hatinya. ”Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang” (Ar-Ra’d: 28).
"SQ is the necessary foundation for the effective functioning of both IQ and EQ. It is our ultimate intelligence", kata Danah Zohar dan Ian Marshall dalam bukunya 'Spiritual Intellegence, The Ultimate Intellegence (2000)'. Bayangkan, SQ adalah puncak kecerdasan. Hakikat sejati SQ disandarkan pada the soul's intelligence. Kecerdasan jiwa, hati, yang menjadi intisari SQ. Karena itu pekik SQ adalah suara hati (conscience). Suara yang paling jernih dalam hiruk pikuk kehidupan, yang tak bisa ditipu oleh siapapun, termasuk diri manusia sendiri. SQ hanya berada pada prototype manusia yang bersih secara spiritual. Kodrat SQ adalah in its self (fitrah). Dalam terminologi agama, disebut Nafsu Muthmainnah, jiwa yang damai dan tenang, yang bisa menjalin kontak spiritual dengan Tuhan.
Jadi ajakan terakhir penulis adalah marilah kita olah otak, olah rasa, olah hati, dan olah raga, supaya hidup ini stabil dan selalu berada dalam jalan Tuhan. Semoga. Amin.
Selasa, 17 Februari 2009
INTERNET
A. Pengertian Internet
Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network. Jika diterjemahkan secara langsung berarti jaringan yang saling terhubung. Internet adalah gabungan jaringan komputer di seluruh dunia yang membentuk suatu sistem jaringan informasi global.
Semua komputer yang terhubung ke internet dapat mengakses semua informasi yang terdapat di internet secara gratis. Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu komputer ke komputer lain tanpa dibatasi oleh jarak fisik kedua komputer tersebut. Peranan internet yang sangat penting adalah sebagai sumber data dan informasi serta sebagai sarana pertukaran data dan informasi.
B. Sejarah Internet
Perkembangan internet diawali dengan dibangunnya jaringan ARPANet pada tahun 1969. ARPA (Advanced Research Project Agency) merupakan sebuah jaringan yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang tugasnya untuk melakukan penelitian terhadap jaringan komputer dengan teknologi packet switching. Jaringan tersebut semula hanya beranggotakan beberapa komputer di beberapa universitas di Amerika Serikat, seperti
Pada awalnya, di Amerika misalnya, internet dipergunakan orang-orang akademisi di kampus dan pada pemerintahan. Kaum akademisi seperti dosen atau mahasiswa biasanya menggunakan internet untuk mencari berbagai literatur untuk kepentingan belajar-mengajar atau penelitian. Selain itu, internet memudahkan penyebaran informasi kepada orang lain. Bagi pemerintah, internet biasanya digunakan untuk membuat situs pemerintahan yang menampilkan berbagai perkembangan dan kebijakan di negara atau daerah tersebut.
Setelah itu, internet dipandang secara positif dari segi ekonomi. Kemudian masuklah pebisnis dalam aplikasi internet, terutama yang berafiliasi dengan perusahaan multinasional. Bagi mereka internet menggantikan jaringan data pribadi yang berbiaya tinggi dengan jaringan standar publik yang terjangkau dengan keamanan yang tetap terjamin.
Begitu atraktifnya teknologi internet, mendorong organisasi non-pemerintahan (NGO) untuk memanfaatkan teknologi ini. NGO memandang internet sebagai alat komunikasi yang sangat berguna bagi mereka. Kebanyakan NGO menggunakan internet untuk mendapat akses informasi, membangun jaringan antar NGO dan menyampaikan aspirasi atau pesan mereka ke seluruh dunia agar didengar dan dilihat. Contoh NGO pengguna internet yang paling dramatis adalah Zapatista Liberation Front, sebuah NGO Meksiko. Mereka menggunakan internet untuk memperoleh dukungan dunia akan protes mereka terhadap pemerintah meksiko yang sewenang-wenang terhadap orang-orang di daerah Zapatista.
C. Peranan Komputer dalam Pembelajaran
Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan pembelajaran. Saat ini komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran, terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:
- Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman.
- Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
- Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.
Sebelumnya perlu dijelaskan istilah CAI dan CMI yang digunakan dalam kegiatan belajar dengan komputer.
1. CAI (Computer Assisted Instructional): yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI dapat sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.
2. CMI (Computer Management Instructional): digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat, seperti rekapitulasi data prestasi siswa, database buku/e-library, kegiatan administratif sekolah seperti pencatatan pembayaran, kuitansi, dan lain-lain.
Pada masa sekarang CMI & CAI bersamaan fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-learning, dimana urusan administrasi dan kegiatan belajar mengajar sudah masuk dalam satu sistem.
Pemakaian komputer dalam kegiatan pembelajaran bertujuan:
1. Untuk Tujuan Kognitif:
Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri.
2. Untuk Tujuan Psikomotor:
Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.
3. Untuk Tujuan Afektif:
Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.
Penggunaan komputer dalam proses pengajaran dan pembelajaran melibatkan beberapa aplikasi, seperti spreadsheet, multimedia dan internet.
D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sehubungan dengan Penggunaan
Internet dalam Pembelajaran
Terdapat beberapa hal penting yang perlu dipahami oleh para pendidik sehubungan dengan penggunaan internet dalam pembelajaran:
1. Internet hanya akan bertindak sebagai sumber dan alat bantu dalam pembelajaran. Aktivitas pembelajaran hendaklah dirancang dengan teliti oleh guru supaya internet dapat digunakan secara efektif dan efisien.
2. Internet tidak mengubah peranan guru. Malah sebaliknya , guru akan sentiasa berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mereka, khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Keterampilan dan keperibadian yang mulia akan tetap menjadi faktor utama.
3. Penggunaan internet dapat mengurangi beban tugas guru dan siswa di samping setiap aktivitas dapat dilakukan dengan sistematis.
E. Kelebihan dan Kelemahan Internet
1. Kelebihan Internet
Ada beberapa kelebihan internet, antara lain:
a. Sebagai sumber ilmu pengetahuan.
b. Sebagai bahan kursus untuk memperkaya aktivitas pembelajaran.
c. Sebagai alat bantu mengajar.
d. Mempermudah saling tukar informasi dengan orang lain, baik di dalam maupun di luar negeri.
e. Mempermudah melakukan akses, jalinan interaksi dan komunikasi dengan orang lain.
- Tiadanya batasan. Orang dari berbagai belahan dunia dapat mengakses beragam informasi dari belahan dunia lainnya. Seorang Indonesia dapat mengetahui bagaimana perkembangan politik, sosial dan ekonomi di Irak tanpa harus pergi ke sana. Selain itu, internet juga dapat membuat orang berkomunikasi menembus batas jarak, ruang dan waktu melalui e-mail, chatting dan teleconference.
- Sebelum adanya internet dan televisi satelit, pemerintah dalam satu negara dapat membatasi arus informasi yang akan disampaikan kepada khalayak yang notabene adalah rakyatnya. Informasi yang dianggap menjatuhkan, melecehkan negara dan/atau tidak sesuai dengan aturan-aturan yang dipegang teguh oleh negara tersebut, tidak akan disampaikan kepada khalayak. Pemerintah dapat memanipulasi informasi agar sesuai dengan yang diinginkannya. Berbeda halnya dengan internet, setiap orang bebas memberi dan menerima informasi dari siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Hal ini menjadikan internet sebagai pendorong revolusioner dalam arus informasi global. Kelebihan internet ini kemudian menjadi hantu bagi pemerintahan di berbagai negara. Internet menjadi suatu tantangan bagi banyak pemerintahan di dunia seperti Cina dan Singapura yang sangat memperhatikan pengendalian arus informasi ke dalam negara mereka.
- Bisa dijadikan ajang bisnis, promosi, iklan.
- Secara ekonomi bisa menjadi sarana untuk menambah penghasilan.
Khusus pemanfaatan Internet sebagai media riset memberikan beberapa keunggulan, di antaranya:
1. Konektivitas dan jangkauan global.
Di dunia maya, jaringan yang terjalin adalah jaringan global. Dengan demikian akses data dan informasi melampaui batas-batas negara. Contohnya, kita di Indonesia bisa mengakses data CIA (Central Intelligence Agency) Amerika, ABS (Australian Bureau of Statistics), Euro2000, Universitas Harvard, dan jutaan sumber informasi lainnya. Pendek kata, Internet memungkinkan peneliti yang mempunyai fasilitas terbatas untuk mengakses informasi dari database dan perpustakaan yang lengkap di seluruh dunia. Berbagai jurnal langka yang biasanya susah dijumpai di perpustakaan terlengkap di Indonesia sekatipun, tersedia di jaringan Internet. Selain itu, informasi yang tersedia juga berasal dari beraneka ragam sumber, seperti perusahaan, pesaingnya, universitas, technology providers, institusi keuangan, instansi pemerintah, dan sebagainya.
2. Akses 24 jam.
Akses informasi di Internet tidak dibatasi waktu, karena dengan lingkup global, dunia maya yang dihadirkan ‘tidak pernah tidur’. Misalnya, saat sebagian besar orang di Tasikmalaya terlelap tidur di tengah malam, masyarakat di New York justru sedang sibuk-sibuknya bekerja. Perbedaan zona waktu sudah tidak lagi menjadi kendala untuk menelusuri data di dunia maya. Responden penelitian yang dilakukan lewat Internet bisa memberikan respon atau jawaban sesuai dengan kondisi dan situasi yang dikehendaki masing-masing individu.
3. Kecepatan.
Bila dibandingkan dengan sumber data tradisional, riset melalui Internet jauh lebih cepat, karena bersifat real-time. Kita tinggal mengklik berbagal icon, selanjutnya tinggal menunggu hasil. Pencarian informasi secara elektronik melalui mesin pencari (search engines) sangat menghemat waktu, apalagi kalau dibandingkan dengan pencarian lewat katalog perpustakaan atau pencarian buku/majalah/jurnal dirak-rak perpustakaan. Dalam hal sampling, halaman web juga menjanjikan proses yang lebih cepat dan lebih murah.
4. Kenyamanan.
Peneliti lewat Internet tidak harus menghadapi berbagai persoalan birokratis, seperti ijin dari berbagai instansi untuk keperluan pengumpulan data, ‘kerahasiaan’ informasi, dan keharusan untuk datang sendirl ke instansi bersangkutan. Selain itu, berbagai fitur (features) yang dirancang khusus dan user-friendly sangat memudahkan peneliti mengakses berbagal situs Internet.
5. Kemudahan akses.
Menjamurnya bisnis warnet (warung Internet) di Indonesia (khususnya di kota-kota besar) membuat akses terhadap Internet menjadi lebih mudah. Persaingan antarwarnet dalam hal harga, kecepatan akses, dan fasilitas pendukung lainnya membuat para pengguna Internet lebih nyaman dan mudah memanfaatkan Internet untuk keperluan riset maupun tujuan lainnya.
6. Biaya relatif.
Dibandingkan dengan membeli jurnal asli, penelusuran informasi lewat Intemet jauh lebih murah. Apalagi banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Peneliti tinggal men-download atau mencetak file/naskah tertentu sesuai kebutuhannya.
7. Interaktivitas dan fleksibilitas.
Topik dan hasil riset bisa didiskusikan melalui sarana mailing list atau chatting tertentu. Selain itu, peneliti juga bisa mengikuti perkembangan terbaru atau meminta komentar dan penilaian dari berbagai pihak mengenai hasil penelitiannya.
2. Kelemahan Internet
Di samping memiliki kelebihan, internet juga mempunyai beberapa kelemahan atau dampak negatifnya, antara lain:
- Adanya ancaman virus
- Carding atau pencurian nomor kartu kredit
- Memudahkan orang untuk melakukan penghasutan, penghinaan, pencemoohan kepada pihak lain dengan tanpa kelihatan identitas aslinya
- Pembajakan karya intelektual
- Penyebaran situs-situs yang tidak sesuai dengan moral (pornografi)
- Bagi sebagian orang, internet sangat mahal, baik biaya pengadaan komputernya maupun dalam pengadaan alat-alat yang mendukung terkoneksinya program internet
Khusus untuk keperluan riset, internet juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
1. Selektivitas dan anonimitas.
Salah satu persoalan dalam riset lewat Internet adalah sulitnya mengidentifikasi identitas responden. Setiap orang, termasuk yang bukan target respon, bisa mengisi kuesioner secara on-line tanpa bisa dicegah atau dibatasi. Belum lagi adanya kenyataan bahwa setiap orang bisa memiliki sejumlah alamat e-mail berbeda dan belum tentu menggunakan identitas asli. Semua ini membuat riset secara on-line harus benar-benar selektif dalam menentukan sampling dan cara responden memberikanjawaban.
2. Clutter dan “never-ending search”.
Informasi yang tersedia di Internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya dibutuhkan. Pencarian tanpa strategi khusus bisa diibaratkan mencari jarum dalam jerami, sehingga sang peneliti ‘terjerumus’ ke dalam belantara informasi tanpa ujung. Ini sering membuat peneliti pemula di Internet mengalami frustrasi, karena bukannya mendapatkan informasi, tetapi justru menghabiskan waktu dan uang untuk pencarian yang tak tentu arah. Selain itu, godaan di Internet relatif amat besar, terutama bagi mereka yang suka menelusuri situs-situs pornografi, yang ujung-ujungnya membuat pencarian informasi menjadi tidak efektif dan lepas kendali.
3. “Virus”.
Salah satu masalah yang juga tak katah peliknya adalah risiko terkena virus komputer yang mudah menyebar lewat jaringan Internet, baik lewat e-mail maupun file-file yang di-download. Contohnya, virus ‘I Love You’ yang disebarkan lewat e-mail pemah membuat heboh seluruh dunia.
4. Reliabilitas dan validitas sumber acuan hasil riset.
Setiap orang bebas membuka homepage sendiri dan menampilkan berbagai informasi di sana. Implikasinya, tidak semua data dan informasi yang didapatkan lewat Internet andal dan valid untuk dijadikan acuan dalam penelitian. Selain itu, sumber informasi di Internet mudah berubah, misainya homepage yang telah berubah atau bahkan sudah tidak ada lagi. Akibatnya, peneliti harus selalu mencermati perubahan tersebut bila mengutip sumber bersangkutan.
5. Karakteristik demografis pemakai Internet
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Internet lebih efektif untuk menjangkau responden yang termasuk kelompok berdaya beli atau berpenghasilan dan berpendidikan relatif tinggi. Dengan demikian Internet kurang efektif bagi penelitian yang kelompok sampelnya adalah masyarakat golongan menengah ke bawah.
6. Ketergantungan pada jaringan telepon dan Internet Service Provider (ISP).
Fasilitas jaringan telepon dan ISP sangat berpengaruh terhadap biaya pemakaian Internet dan kemungkinan akses secara keseluruhan. Hingga saat ini, biaya penggunaan Internet di Indonesia masih relatif mahal, karena tarif telepon ditentukan berdasarkan pulsa yang digunakan, bukannya atas dasar jumlah panggilan (number of calls). Selain itu, saluran telepon di Indonesia masih relatif lambat, yang pada gilirannya menyebabkan waktu akses menjadi lebib lama dan biaya akses menjadi mahal. Sementara itu, terbatasnya bandwidth sistem transmisi yang disediakan ISP dan banyaknya pelanggan yang mengakses pada waktu bersamaan memperparah akses terhadap Internet. Oleh karena itu sering orang membuat plesetan tentang WWW menjadi ‘World Wait Web’.
A. Pengertian Email
Email merupakan singkatan dari Electronic Mail, atau dalam bahasa Indonesianya Surat Elektronik, yaitu surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik yaitu dengan jaringan internet. Dengan surat elektronik atau email ini seseorang dapat mengirim naskah teks, gambar, atau bahkan mengirimkan aplikasi atau file kepada seseorang yang tentunya juga memiliki email (surat elektronik) dalam waktu yang sangat singkat. Karena email ini menggunakan jaringan internet, maka alamatnya pun juga menyesuaikan dengan penyedia layanan email di internet. Contoh penyedia layanan email adalah www.mail.yahoo.com, www.mail.google.com, dan lain-lain. Penyedia email biasanya menyediakan dua layanan, yaitu layanan berbayar dan layanan gratis. Perbedaan antara layanan yang berbayar dan yang gratis adalah biasanya pada kapasitas ruang untuk penampung surat, dan juga pemberian alamat email.
B. Langkah-Langkah Membuat Email
Langkah-langkah cara membuat email gratis, dalam hal ini kita pilih www.mail.yahoo.com., adalah:
1. Langkah pertama ini tentunya adalah membukan browser (bisa IE atau internet explorer, Mozila Fire fox, atau pun opera), kemudian masukkan alamat urlnya, www.mail.yahoo.com
3. Pasti yang muncul adalah halaman seperti ini:
lalu anda tinggal masukkan data-data identitas diri sesuai form yang telah disediakan. Jika layanannya ingin dalam berbahasa Indonesia, kliklah menu ‘I prefer content from’ yang ada pada pojok kanan atas halaman yahoo, lalu pilih Yahoo! Indonesia.
Jika sudah dalam bahasa Indonesia, cukup mudah dipahami, jadi tidak perlu disebutkan semua langkah-langkah mengisinya. Menurut penulis, yang perlu diberitahu adalah:
1. Untuk pengisian kolom ‘email alternat’ dikosongkan saja tidak apa-apa, atau kalau mau diisi dengan alamat email teman yang bisa dipercaya. Karena email alternatif ini berfungsi jika mungkin kamu nanti lupa dengan pasword kamu, maka pasword kamu nanti akan dikirim lewat email alternatif yang kamu masukkan tadi. Untuk pilihan pertanyaan, tinggal pilih saja (sudah disediakan, jadi tidak perlu bikin pertanyaan) dan jawabannya masukan sendiri, bagian itu fungsinya juga sama dengan email verifikasi. Yaitu jika anda lupa dengan password, maka pertanyaan yang anda pilih tadi akan muncul, dan kamu masukkan jawaban yang anda buat tadi.
4. Jika sudah diisi semua, beri tanda centang pada pilihan “anda setuju” dengan cara klik, lalu klik “Buat Akun Saya”
5. Sudah selesai. Jika semua isian pertanyaan form dijawab dengan benar, anda akan dibawa ke kontak masuk email anda. Disitu pasti ada satu pesan masuk. Isinya dari pihak yahoo.com sendiri, biasanya ucapan selamat datang atau menikmati.
6. Dan nanti kalau mau membuka email, tinggal ketik saja alamat url pada browser anda dengan, www.mail.yahoo.com, lalu masukkan id anda, dan passwordnya, setelah itu sign in.
7. Kalau id dan password anda benar, maka anda akan di bawa ke jendela email yahoo. Sebagai contoh lihat di bawah ini:
8. Kalau sudah masuk, jika anda ingin melihat pesan yang masuk, klik saja Tap Kotak Masuk, nanti akan ada daftar
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cara membuat email di yahoo.com adalah:
1. Masuk website yahoo
2. Klik Mail
3. Klik sign up now
4. Klik sign up for yahoo!mail
5. Pada prefered content pilih salah satu
6. Isi form secara lengkap
7. Klik setuju
8. Klik lanjutkan ke
C. Menulis Surat dan Mengirimnya
Langkah menulis
1. Klik menu tulis pesan, seperti gambar di bawah ini:
2. Maka akan tampil seperti ini:
gambar di atas sudah dilengkapi dengan contoh pengisian alamat, topik dan isi suratnya. Pada kolom kepada diisi dengan alamat email teman, pada kolom Topik disi dengan Topik Surat, kolom yang paling bawah itu untuk isi surat. Kalau sudah membuat suratnya, tinggal tekan menu kirim.
3. Jika muncul pesan semacam ini, maka surat sudah terkirim.
Langkah-langkah membuat email digmail (google.com) adalah:
1. Langkah paling awal, siapkan koneksi internet, bukan browser, dsarankan untuk memakai mozila fire fox, karena lebih enak dan cepat.
3. Kemudian pilih menu [sign up ke gmail]
5. Untuk pengisian verifikasi kata, jika sulit dibaca, bisa diganti dengan klik pada simbul kecil yang ada disebelah kanan kotak isian verfikasi kata.
6. Kalau sudah diisi semua, tinggal klik menu [Saya menerima. Buatkan akunku]. Selesai.
8. Anda akan dibawa ke dalam jendela kotak masuk email, untuk pertama kali ada satu pesan masuk dari gmail sendiri. Untuk membukanya, tinggal klik saja pesan yang tampil ada kotak masuk:
