THE LIGHT OF AL-QUR'AN

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

MY SCHOOL LAST TIME

MY PHOTOS

Minggu, 11 Oktober 2009

ADAB BERGAUL DAN BERBUSANA ISLAM

A. Adab Bergaul Antara Lawan Jenis
1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman dalam Surat An-Nur ayat 30-31:
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
2. Tidak berdua-duaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (berkholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim). Dalam hadits lain: "Manakala lelaki dan perempuan berduaan maka yang ketiganya adalah syetan".
3. Tidak menyentuh lawan jenis
Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad Hasan).

B. Adab Berbusana
1. Berdo’a ketika berpakaian
Do'a berpakaian: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada di pakaian ini. Dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan sesuatu yang ada di pakaian ini. (H.R. Ibnu Sanni).
2. Menutupi aurat (seluruh badan), kecuali wajah dan kedua telapak tangan
Sabda Rasul SAW: “Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dari Aisyah).
Dalam hadits riwayat Abu Dawud, bahwa Rasul SAW bersabda: "Bahwa anak perempuan, apabila cukup umurnya maka tidak boleh dilihat akan dia, melainkan mukanya dan dua tangannya sampai pergelangan."
Perlu diingat bahwa pemakaian kerudung harus sampai menutup dada. Hal ini disebutkan secara gamblang dalam surat An-Nur: 31, “… dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.”
Dengan demikian aurta perempuan adalah seluruh badannya kecuali muka dan kedua telapak tangannya. Sedangkan untuk aurat laki-laki adalah sebagaimana sabda Rasul SAW yang diriwayatkan oleh Daruqutni dan Baihaqi: "Aurat laki-laki itu antara pusatnya dan lututnya."
3. Bahan pakaian tidak terlampau tipis sehingga dapat menggambarkan bagian badan yang di dalam
Muslim meriwayatkan sebuah hadits, berasal dari Abu Hurairah bahwasanya Rasul SAW telah bersabda: "Di antara penghuni neraka ialah wanita-wanita yang berpakaian (tetapi pada hakikatnya) mereka telanjang, gemar menggiurkan dan memikat (laki-laki). Mereka tidak masuk surga dan tidak dapat mencium baunya".
Yang dimaksud berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang adalah pakaian wanita yang tidak sesuai fungsinya sebagai penutup aurat, karena tipisnya sehingga bagian-bagian tubuh yang berada di balik pakaian itu tampak gambarnya. Pakaian tersebut terlalu minim, tembus pandang, ketat. Pada suatu hari beberapa orang wanita Bani Tamim datang menemui Ummul Mu'minin Aisyah. Mereka berpakaian demikian tipis sehingga isteri Rasulullah SAW itu menegur: "Jika kalian wanita beriman, ketahuilah bahwa itu bukan pakaian wanita beriman." Pada kesempatan yang lain lagi seorang pengantin baru bertamu kepada isteri Rasul SAW dengan kerudung sangat tipis lagi jarang. Melihat itu Siti Aisyah berkata kepada orang yang mengantar kedatangan pengantin tersebut: "Wanita yang mengimani Surat An-Nur ayat 31 tidak akan memakai kerudung seperti itu." Demikian menurut hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, berasal dari Abu Hurairah.
4. Meskipun pakaian itu tidak tipis dan tidak jarang, hendaknya potongan dan bentuknya tidak menonjolkan bagian-bagian tubuh tertentu sehingga dapat membangkitkan naluri lawan jenisnya
Cara berpakaian demikian itu jelas dilarang dan tidak diperbolehkan dalam Islam. Cara berpakaian seperti itu berasal dari gagasan-gagasan desainer-desainer Yahudi yang disebarkan kepada seluruh dunia lewat peradaban Barat. Kaum wanita yang berbusana semacam itu adalah termasuk dalam golongan mereka yang berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang. Cara mereka berpakaian benar-benar sangat merangsang dan menggiurkan lawan jenisnya, baik karena tipis dan transparan bahan yang dibuatnya maupun karena potongan atau bentuknya.
5. Hendaknya pakaian yang dipakai wanita muslimah tidak sama dengan jenis pakaian yang lazim dipakai oleh kaum pria
Dari Ibnu Abbas, yang diriwayatkan Bukhari, bahwa: "Rasulullah SAW mengutuk laki-laki yang berpakaian seperti wanita dan wanita berpakaian seperti laki-laki".
Abu Hurairah berkata: "Rasulullah SAW telah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki."
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.
Rasul SAW bersabda: “Siapa saja yang meniru-niru perbuatan suatu kaum, berarti dia telah menjadi pengikutnya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
7. Dipakai bukan dengan maksud memamerkannya/sombong.
Abu Sa'id Al-Khudriy berkata, Rasulullah SAW bersabda, "...Siapa yang menurunkan sarung di bawah mata kaki karena sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya." (H.R. Abu Dawud). Dalam hadits Bukhari, Rasul SAW bersabda: "Sarung yang dipakai hingga bawah mata kaki, maka yang demikian di dalam neraka."
Sesungguhnya hadits di atas tidak melarang kita memakai kain yang menutupi mata kaki, tetapi melarang berpakaian dengan sombong. Kita sadari bahwa pakaian sering membawa kepada kesombongan. Betapa banyak orang menghabiskan uang untuk membeli pakaian yang bermerek demi mengejar status sosial. Tapi pernyataan ini jangan dipahami seolah kita dilarang berpakaian bermerek. Kita boleh berpakaian mahal dan bermerek kalau niatnya bukan untuk kesombongan. Kalau kita berpakaian yang tidak menutupi mata kaki, tetapi melakukannya dengan kesombongan, hal seperti inilah yang dilarang. Sebaliknya, kita memakai pakaian yang menutupi mata kaki, tapi tidak bermuatan kesombongan, hal ini tidak dilarang.
Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim, Rasul SAW bersabda: "Allah tidak akan melihat pada hari kiamat terhadap seseorang yang menarik sarungnya untuk kesombongan."
Allah SWT tidak suka kepada orang yang sombong dan berlebih-lebihan dalam berpakaian, Firman Allah dalam Surat Al-Isra ayat 37 dan Al-Hadid ayat 23: "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (Al-Isra: 37). "(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Al-Hadid: 23).
8. Pakaian harus bersih dan rapi.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 222 Allah SWT berfirman: "…..Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersih/menyucikan diri).
9. Para lelaki muslim, haram hukumnya menggunakan sutra dan emas.
Rasul SAW bersabda: "Sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki ummatku." (H.R.Abu Daud). Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Dibolehkan emas dan sutera untuk para wanita dari ummatku dan diharamkan untuk mereka yang laki-laki." Dalam hadist Bukhari-Muslim, Rasul SAW bersabda: "Janganlah kamu (laki-laki) memakai sutera, maka sesungguhnya mereka yang memakainya di dunia tidak akan memakainya di akhirat."
Menurut Al-Barra, yang diriwayatkan Bukhari: "Beliau (Rasulullah SAW) melarang kami memakai bejana perak, memakai cincin emas dan memakai berbagai macam sutera."


DAFTAR PUSTAKA/REFERENSI
1. Al-Qur'an dan Terjemahnya (Penerbit: Karya Toha Putra Semarang).
2. Kitab Hadits Shahih Bukhari.
3. Kitab Hadits Shahih Muslim.
4. Kumpulan Hadits Shahih Bukhari-Muslim (Pengarang: Hussein Bahreisj).
5. Fatwa-Fatwa Mutakhir (Pengarang: Yusuf Qardhawi).
6. Soal Jawab tentang Berbagai Masalah Agama, Jlid 1, 2, dan 3 (Pengarang: A. Hassan).
7. Himpunan Tarjih (Pengarang: Pimpinan Pusat Muhammadiyah).
8. Do'a Sebuah Petunjuk dan Contoh-Contoh (Pengarang: Miftah Faridl).
9. Masalah-Masalah Kontemporer (Karangan: Aam Amirudin).

Kamis, 27 Agustus 2009

UNDANGAN REUNI AKBAR

PANITIA REUNI AKBAR SEMUA ANGKATAN
ALUMNI LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH RAWA
(MI, SMP MU’ALLIMIN, MTs, SMP PLUS QA, SMA)

Sekretariat: Komplek Pendidikan Muhammadiyah Rawa, Tlp (0265) 547319
Rawa Kalieung Desa Linggawangi Kec. Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya






Nomor : 02/PAN-RASA/IX/2009
Lampiran : -
Perihal : UNDANGAN REUNI


Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Sdr/i Alumni:
1. MI Muhammadiyah
2. SMP Mu'allimin
3. MTs Muhammadiyah
4. SMP Plus Pesantren Muhammadiyah Qurrota 'Ayun
5. SMA Muhammadiyah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Beberapa tahun yang lalu kita sempat dipertemukan Allah SWT di lembaga pendidikan Muhammadiyah Rawa. Sungguh terasa nikmat nan indah persaudaraan yang kita jalani. Akan tetapi sang waktu bergulir, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, dan…kita pun berpisah. Sebab mana mungkin jika harus selamanya seperti itu, bukan? Itulah romantika kehidupan.

Teman-teman, sudah cukup lama kita tidak kumpul, bukan berarti enggan. Hanya kesibukan masing-masing jualah diantara sekian banyak penyebabnya.

Andaikan tidak keberatan, kita ingin sekali melepas rindu, bertemu kangen, bersilaturahmi, dan ngobrol bersama lewat acara "Reuni Akbar Semua Angkatan Alumni Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Rawa", yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal :
Kamis, 24 September 2009
Waktu :
Pukul 08.00 WIB sampai selesai
Tempat :
Komplek Mu'allimin Rawa Kalieung Linggawangi Leuwisari Tasikmalaya
Acara :

  • 1. Pengisian, Penghimpunan, dan Pembuatan Data Base Alumni
  • 2. Dialog Interaktif/Diskusi Panel
  • 3. Pembentukan Kepenguruan Ikatan Alumni
  • 4. Pemberian Cindera Mata kepada Para Guru

Itulah ajakan kami. Betapa sayangnya andaikan kesempatan baik ini tidak kita manfaatkan. Karenanya, kehadiran teman-teman sangat kami tunggu.

Semoga Allah SWT memberi kesenggangan waktu dan kesehatan kepada kita. Amin.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tasikmalaya, September 2009

PANITIA


Keterangan:

1. Bagi para alumni yang bermaksud memberikan infaq/shodaqohnya dalam bentuk dana bagi suksesnya acara tersebut bisa langsung menghubungi Bapak Dadang (081323407081) dan Bapak Alit Dedih Hasan (081323406139) di sekretariat panitia.

2. Atau melalui rekening:

A. BANK MANDIRI KCP TASIKMALAYA MUSTOFA, An. DADANG SAFARUDIN, S.Ag. NO. REK. 131-00-0645870-9.

B. BANK MUAMALAT CABANG TASIKMALAYA, An. ILAM MAOLANI. NO. REK. 1510024822

3. Mohon undangan ini disimpan dengan baik agar selalu teringat untuk hadir dalam kegiatan di atas.

PROPOSAL REUNI AKBAR SEMUA ANGKATAN

PROPOSAL
REUNI AKBAR SEMUA ANGKATAN
ALUMNI LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH RAWA
(MI, SMP MU’ALLIMIN, MTs, SMP PLUS QA, SMA)

A. Dasar Pemikiran
Perkembangan suatu lembaga pendidikan membutuhkan peran dan fungsi kebersamaan dari seluruh stakeholders pendidikan. Pemberdayaan peran dan fungsi tersebut pada tataran selanjutnya sangat ditunggu-tunggu oleh semua pihak, terutama guna membantu kelancaran perjuangan dan pengabdian pelaku pendidikan dalam mencetak dan membina kader-kader pribadi muslin yang berkualitas.

Keberhasilan dalam mencapai tujuan di atas tentunya melibatkan berbagai faktor, seperti faktor kualitas perencanaan; pendidik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, peserta didik; bahan/materi; metode; sarana dan prasarana; dana; lingkungan; dan evaluasi.
Salah satu faktor yang kedudukannya sangat penting dalam upaya pencapaian kualitas perkembangan lembaga pendidikan adalah faktor peserta didik (siswa). Suatu lembaga pendidikan akan berhasil dengan mutu yang unggul manakala peserta didik dapat mengalami proses yang baik selama menempuh pendidikan dan pada akhirnya ketika tamat mereka berhasil menjelma menjadi output (keluaran/lulusan) yang handal dan dapat mengembangkan potensinya dengan baik.

Setelah menamatkan proses pendidikan, peserta didik secara otomatis berganti label, yakni alumni. Ketika menjalani kehidupan, alumni mampu memposisikan diri dalam peran, fungsi, dan posisi yang beragam. Dalam kurun waktu tertentu alumni sudah menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
Guna mewujudkan alumni yang berdayaguna dan berhasilguna itulah kiranya para alumni harus menyadari akan pentingnya mereka dalam membantu lembaga pendidikan yang merupakan almamaternya, yang dahulu menjadi tempat dididik, dibimbing, dan dibina oleh para guru yang istiqomah dan berkualitas. Para alumni bisa seperti saat ini karena berkat perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian dari para “pahlawan tanpa tanda jasa” tersebut. Bantuan, baik dalam bentuk pemikiran, tenaga, dana, maupun apa saja yang bermanfaat bagi almamater, menjadi indikasi akan tingginya kepedulian alumni terhadap almamaternya.

Dengan berlatar belakang pemikiran di atas dan sebagai tanda syukur nikmat terhadap Allah SWT atas anugerah yang telah diterima oleh para alumni, maka diadakanlah kegiatan Reuni Akbar semua angkatan alumni lembaga pendidikan Muhammadiyah Rawa.

B. Nama Kegiatan
Kegiatan ini bernama: REUNI AKBAR SEMUA ANGKATAN ALUMNI LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH RAWA (MI, SMP MU’ALLIMIN, MTs, SMP PLUS QA, SMA).

C. Tema Kegiatan
Tema Reuni Akbar ini adalah "ALUMNI PEDULI ALMAMATER".

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Reuni Akbar tersebut Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2009
Waktu : Pukul 08.00 WIB sampai selesai
Tempat : Komplek Pendidikan Muhammadiyah Rawa, Kampung Kalieung
Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya

E. Tujuan Kegiatan
Reuni Akbar ini bertujuan:
1. Untuk menjalin silaturahmi antar sesama alumni dan para guru.
2. Untuk menghimpun dan membuat data base alumni.
3. Untuk menambah wawasan dan pengalaman dari para alumni, terutama dalam mengaplikasikan ilmunya setelah tamat dari almamater.
4. Untuk membentuk kepengurusan ikatan alumni bagi semua angkatan.
5. Untuk mengapresiasi jasa para guru yang telah berjuang dan berkorban dalam mendidik para alumni.

F. Agenda Acara Kegiatan
Ada tiga agenda pokok acara dalam kegiatan Reuni Akbar ini, yaitu:
1. Pengisian, penghimpunan, dan pembuatan data base alumni.
2. Dialog Interaktif/Diskusi Panel.
3. Pembentukan Kepenguruan Ikatan Alumni.
4. Pemberian cindera mata kepada para guru.

G. Susunan Panitia
Penasehat : H. Oma S, BA., H. Iri Rahmana, Aman Faraid, BA., Nunung Suherman
Penanggung Jawab : Nunuh
Ketua Pelaksana : Ilan Maolani
Sekretaris : Dadang Safarudin
Bendahara : Dedih Hasan
Seksi-Seksi :
1. Humas : Ahmad Fajar, Abdul Rojak, Ujang
2. Publikasi : Ila, Syifa, Irman, Idik, Danil Haq
3. Penerima Tamu/Data Base Alumni : Dudung Badrul Hayat, Ade Karom, Dede Ridwan, Hen-Hen, Mia, Indri
4. Dokumentasi : Edi, Fajar Khaerul
5. Peralatan : Endang Wahyu, Dena
6. Konsumsi : Halimah, Ema Resminar, Idah
Pembantu Umum : IPM
Pembawa Acara : Ucu Hermawan
Pembaca Ayat Al-Qur’an : Irman
Pemandu Dialog/Moderator : Ilan
Pemandu Pemebentukan Pengurus Ikatan Alumni: Nunuh
Notulis Hasil Dialog : Dadang

H. Pengisi Dialog Interaktif/Diskusi Panel
Dalam Dialog Interaktif/Diskusi Panel, Insya Allah akan dihadirkan para alumni yang saat ini sebagai:
1. Widyaiswara Tingkat Provinsi/Nasional
2. Doktor UPI Bandung
3. Dekan Perguruan Tinggi Negeri
4. Kepala Sekolah Islam ternama di Kota Bandung
5. Pengusaha
6. Guru Teladan Tingkat Nasional

I. Susunan Acara
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
3. Sambutan:
a. Penanggung Jawab Acara
b. Wakil dari Guru
c. Wakil dari Alumni
4. Pemberian Cindera Mata Kepada Guru-Guru Senior
5. Dialog Interaktif/Diskusi Panel
6. Pembentukan Pengurus Ikatan Alumni
7. Doa/Tutup
8. Ramah Tamah

J. Rencana Anggaran Biaya
1. Sumber Pemasukan : Sumbangan para alumni
2. Rencana Pengeluaran :
a. Konsumsi 500 Alumni : Rp 2.000.000,-
b. Kesekretariatan : Rp 300.000,-
c. Sound System : Rp 200.000,-
d. Publikasi : Rp 300.000,-
e. Dokumentasi : Rp 300.000,-
f. Transportasi : Rp 500.000.-
g. Cindera Mata buat Guru : Rp 800.000,-
h. Lain-Lain : Rp 200.000,-

Jumlah Total Pengeluaran : Rp 4.600.000,-
Terbilang : Empat Juta Enam Ratus Ribu Rupiah

H. Penutup
Demikian proposal ini dibuat dan diajukan untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak. Atas do’a, partisipasi, dan kerjasamanya demi kesuksesan kegiatan Reuni Akbar ini, dihaturkan terima kasih. Semoga amal baik Bapak/Ibu/Sdr/i dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda. Amin.


Tasikmalaya, September 2009
PANITIA
Nunuh (Penanggung Jawab)
Ilan (Ketua)
Dadang (Sekretaris)

Sabtu, 08 Agustus 2009

RENCANA REUNI AKBAR ALUMNI LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH RAWA

Kawan-kawan di mana saja berada, masih ingatkah pada sekolah kita dahulu? Di sana ada MI Linggawangi, SMP Mu'allimin, MTs Muhammadiyah, SMP Plus Qurrota "Ayun, dan SMA Muhammadiyah Rawa. Sekolah-sekolah tersebut telah memberikan sejuta pengalaman dan makna yang mempesona dan sangat berharga. Kini saatnya kita berencana mengumpulkan kawan-kawan untuk menjalin silaturahmi ba'da Idul Fitri, tepatnya pada Hari Kamis, Tanggal 5 Syawal 1430 H (1 Syawal tanggal 20 September versi Muhammadiyah). Rencananya ada acara malam keakraban, bazaar, pentas seni Islam, alumni peduli almamater, dan Pembentukan Pengurus Alumni. Keikursertaan kawan-kawan merupakan wujud kepedulian kita pada almamater. Kontak aja tuk rencana di atas sama Ilam Maolani (0265-7036756), Nunuh, S.Pd. (081323155476), Dadang Safarudin, S.Ag. (081323407081).

Rabu, 04 Maret 2009

IQ RAPUH TANPA EQ DAN SQ (Belajar dari Kisah Dua David)

Minggu-minggu ini, nama David Hartanto Wijaya tiba-tiba mencuat di berbagai media dalam dan luar negeri. Ia adalah salah seorang mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura yang berasal dari Indonesia (Alumni SMA Kristen I BPK Penabur Jakarta). Hari Senin, tanggal 2 Maret 2009, David nekad bunuh diri dengan melompat dari lantai empat setelah terlebih dahulu menusuk lengan dan punggung profesor pembimbing skripsinya.

Seperti diberitakan di media online 'The Straits Times dan The Asia One', seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Singapura, nekat menikam dosen pembimbingnya. Mahasiswa yang bernama David Hartanto Wijaya kemudian nekat bunuh diri. David dikenal sebagai mahasiswa yang cemerlang, dia pernah mewakili Indonesia dalam ajang Olympiade Matematika di Mexiko tahun 2005. Kehidupan David Hartanto Wijaya berujung tragis. Alumni SMAK I Penabur, Jakarta yang kuliah di Nanyang Technological University (NTU), Singapura tewas mengenaskan di halaman kampus setelah sebelumnya menikam dosen pembimbingnya untuk tugas akhir, Profesor Chan Kap Luk. Beruntung nyawa profesor yang juga menjabat wakil direktur Pusat Riset Teknik Biomedis dapat diselamatkan. Usai menikam, David yang diduga stress dalam mengerjakan tugas akhir, mengiris pergelangan tangannya. Kemudian ia nekat terjun dari lantai 4. Tugas akhir David masuk dalam peringkat ketiga terbaik di kampusnya, namun tugas tersebut membutuhkan kemampuan matematika yang kuat. Diduga David nekat menyerang dan bunuh diri karena tertekan akibat mengerjakan tugas akhir yang berat.

Motif bunuh diri yang dilakukan mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura asal Indonesia, David Hartanto Widjaja, diduga terkait beasiswa yang dia terima. David diketahui telah tiga kali mendapat peringatan tertulis mengenai masa depan beasiswanya dari pihak kampus. Dalam peringatan yang diberikan tahun lalu itu, pihak kampus menuntut David berusaha memperbaiki nilai akademiknya yang menurun jika tidak ingin kehilangan beasiswa. Seperti yang dilaporkan The New Paper, semua salinan surat peringatan itu dikirim ke orangtua David di Jakarta. Kemudian, dua pekan lalu David akhirnya kehilangan beasiswa ASEAN. Sebenarnya, David telah menerima beasiswa ASEAN untuk belajar di NTU sejak empat tahun lalu. Beasiswa itu menanggung semua biaya kuliah David dan uang saku tahunan sebesar 5.800 dolar Singapura.”Beasiswa ASEAN untuk David dicabut awal tahun ini karena nilai-nilainya di bawah indeks prestasi akademik 3,5,” ungkap seorang juru bicara NTU yang tidak disebutkan namanya. Pihak fakultas telah meminta David mencari bantuan namun tidak dilakukan. Pihak NTU selanjutnya menyarankan David mengajukan permohonan pinjaman untuk membayar uang kuliah bila dia mengalami kesulitan keuangan. Padahal, beasiswa ASEAN sebenarnya tidak memberi persyaratan yang berat dan tidak ada penalti bagi penerima bila beasiswanya dicabut. Syaratnya hanya mencapai nilai standar, yaitu indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,5 untuk setiap semester atau setara dengan nilai B. Selain motif beasiswa, beberapa mahasiswa menyebut kemungkinan besar David mengalami tingkat stres yang tinggi karena menjadi mahasiswa teknik. Salah satu mahasiswa, Wise Guy, mengakui, menjadi mahasiswa teknik sangat sulit dan membuat gelisah setiap saat. ”Perkuliahan yang sering diadakan, laporan laboratorium, proyek-proyek, dan laporan hingga kehidupan sosial. Stres bisa menghampiri kapan saja. Pada saat itulah Anda harus bisa mengatasinya,” demikian yang dia tuliskan.

Malang dan tragis nian nasib David Hartanto Wijaya, salah seorang mahasiswa NTU yang kemampuan intelektual (IQ)-nya dikenal cerdas. Kemalangan dan ketragisan David Hartanto mengingatkan kembali akan peristiwa yang hampir sama yang menimpa David Pologruto di Florida Amerika Serikat. Bedanya David Hartanto menusuk dosen pembimbingnya, sedangkan David Pologruto (seorang guru) yang ditusuk oleh siswanya. Cerita faktual ini dikemukakan oleh Daniel Goleman, dalam bukunya "Working with Emotional Intellegence (1999)."

Sebuah nasib tragis guru Fisika yang bernama David Pologruto di SMU Coral Springs Florida Amerika Serikat. Ia ditusuk dengan sebilah pisau dapur oleh salah seorang siswa yang terpandai di kelasnya. Ceritanya, Jason, siswa terpandai yang biasanya selalu mendapatkan nilai A, bercita-cita masuk fakultas kedokteran, bahkan ia memimpikan Harvad. Tapi guru Fisikanya, David, memberi Jason nilai 80 pada sebuah tes. Karena yakin bahwa nilai itu yang hanya B akan menghalang-halangi cita-citanya, Jason membawa sebilah pisau dapur ke sekolah dan dalam suatu pertengkaran dengan gurunya di laboratorium Fisika, ia menusuk gurunya di tulang selangka, dan gurunya tewas seketika.

Dua peristiwa yang melibatkan dua nama David di atas menyiratkan pesan ambigu: Bagaimana mungkin seorang mahasiswa David Hartanto yang dikenal cerdas justru menikam dosen pembimbingnya dan mengakhiri hidup dengan bunuh diri? Bagaimana mungkin siswa Jason yang otaknya pintar justru menusuk guru Fisikanya dengan sebilah pisau dapur?

Jawabannya: kecerdasan intelektual (IQ) sedikit saja kaitannya dengan kehidupan emosional. Inilah argumen epistemologis Goleman untuk menggeser paradigma Intellegence Quotient (IQ) ke arah paradigma Emotional Quotient (EQ). Berbagai temuan riset baru dipaparkan Goleman sekedar untuk menegaskan bahwa EQ dapat sama ampuhnya dan terkadang lebih ampuh daripada IQ. Bahkan dengan memanfaatkan penelitian yang menggemparkan tentang otak dan perilaku, ia memperlihatkan faktor-faktor yang terkait mengapa orang yang ber-IQ tinggi gagal, dan orang yang ber-IQ sedang-sedang saja atau rendah menjadi sukses. Faktor-faktor ini mengacu kepada cara lain untuk menjadi cerdas. Cara yang disebutnya Kecerdasan Emosional (EQ). David Hartanto yang labil emosinya sehingga stress karena beasiswanya dihentikan dan nilainya yang kurang serta beratnya beban menyelesaikan tugas akhir atau labilnya emosi Jason sehingga ia menusuk gurunya dengan pisau, membuktikan bahwa peran EQ sangat ampuh dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan kehidupan. Jika setiap permasalahan dihadapi dengan tenang dan selalu dianggap menjadi sebuah tantangan, niscaya akan 'enjoy' menyelesaikannya.

Peristiwa tersebut juga membuktikan bahwa jenis kecerdasan tidaklah tunggal dan monolitik: IQ an sich. Bahkan jauh sebelumnya Howard Garner (1989) pun sudah mengurai Multiple Intellegences, sebuah spektrum kecerdasan yang berwajah plural, mulai dari dari kecerdasan akademis, musik, olahraga, natural, spasial, intrapersonal, sampai inter personal.

Namun demikian banyak orang yang menyangsikan akan ampuhnya kecerdasan emosional, mereka seringkali menyatakan agak aneh bagaimana membawa kecerdasan pada emosi? Karena fakta selama ini seringkali bicara: "emosi membawa kita kepada amarah". Amarah itu sendiri menjerumuskan orang pada sikap dan perilaku tidak terpuji. Amarah mematikan nalar dan intelektual yang secara otomatis akan membunuh potensi IQ sendiri.

EQ ini tidak sekedar dikenali, tapi lebih lanjut perlu disadari eksistensinya dalam mempengaruhi kehidupan emosional kita. Dengan menyadarinya, kita tak lagi dikuasai atau diperbudak emosi, tapi justru sebaliknya, kita dapat menguasai emosi. Itulah sebabnya paradigma EQ lebih mengacu pada kesadaran diri untuk mengendalikan emosi. Bayangkan jika emosi tak terkendali, orang biasanya selalu marah-marah, padahal sikap marah-marah akan merugikan sendiri dan orang lain. Disinilah ampuhnya EQ ketimbang IQ. Dalam praktek kerja sehari-hari, keampuhan EQ itu begitu terasa. Penuh motivasi dan kesadaran diri, empati, simpati, bersolidaritas tinggi dan penuh dengan kehangatan emosional dalam interaksi kerja.

Keampuhan EQ akan lemah dengan sendirinya dan tanpa berarti apa-apa tanpa adanya dorongan dan kekuatan kecerdasan yang lain yang paling utama, yaitu Spiritual Quotient (SQ). Seorang David Hartanto dan Jason yang otaknya 'encer', akan selalu berada pada tataran pengendalian diri yang stabil dan penghayatan religius yang mantap, apabila eksistensi kesadaran diri dan kedekatannya dengan Ilahi (Tuhan) muncul. Dengan kejadian tragis di atas, perlu dipertanyakan sampai sejauhmana kecerdasasan spiritual mereka berdua terasah. Jika manusia memiliki kepercayaan dan kedekatan terhadap Tuhan dengan baik dan kuat, tidaklah mungkin mereka melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Tidak mungkin mereka akan bunuh diri, stress, putus asa, merampok, korupsi, mencopet, mencuri, berzina, dan sebagainya. Kedekatan dengan Tuhan akan membawa manusia pada ketenangan dan kedamaian hatinya. ”Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang” (Ar-Ra’d: 28).

"SQ is the necessary foundation for the effective functioning of both IQ and EQ. It is our ultimate intelligence", kata Danah Zohar dan Ian Marshall dalam bukunya 'Spiritual Intellegence, The Ultimate Intellegence (2000)'. Bayangkan, SQ adalah puncak kecerdasan. Hakikat sejati SQ disandarkan pada the soul's intelligence. Kecerdasan jiwa, hati, yang menjadi intisari SQ. Karena itu pekik SQ adalah suara hati (conscience). Suara yang paling jernih dalam hiruk pikuk kehidupan, yang tak bisa ditipu oleh siapapun, termasuk diri manusia sendiri. SQ hanya berada pada prototype manusia yang bersih secara spiritual. Kodrat SQ adalah in its self (fitrah). Dalam terminologi agama, disebut Nafsu Muthmainnah, jiwa yang damai dan tenang, yang bisa menjalin kontak spiritual dengan Tuhan.

Jadi ajakan terakhir penulis adalah marilah kita olah otak, olah rasa, olah hati, dan olah raga, supaya hidup ini stabil dan selalu berada dalam jalan Tuhan. Semoga. Amin.

Selasa, 17 Februari 2009

INTERNET

A. Pengertian Internet

Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network. Jika diterjemahkan secara langsung berarti jaringan yang saling terhubung. Internet adalah gabungan jaringan komputer di seluruh dunia yang membentuk suatu sistem jaringan informasi global.

Semua komputer yang terhubung ke internet dapat mengakses semua informasi yang terdapat di internet secara gratis. Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu komputer ke komputer lain tanpa dibatasi oleh jarak fisik kedua komputer tersebut. Peranan internet yang sangat penting adalah sebagai sumber data dan informasi serta sebagai sarana pertukaran data dan informasi.

B. Sejarah Internet

Perkembangan internet diawali dengan dibangunnya jaringan ARPANet pada tahun 1969. ARPA (Advanced Research Project Agency) merupakan sebuah jaringan yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang tugasnya untuk melakukan penelitian terhadap jaringan komputer dengan teknologi packet switching. Jaringan tersebut semula hanya beranggotakan beberapa komputer di beberapa universitas di Amerika Serikat, seperti University of California-Los Angeles dan Stanford Research Institute. Di awal perkembangannya, jaringan tersebut hanya digunakan khusus untuk kalangan akademik dan militer. Istilah internet sendiri muncul sekitar tahun 1983 dengan ditemukannya protocol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Intenet Protocol) yang memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan jaringan itu dan mampu menyatukan beberapa sistem jaringan yang berbeda.

Pada awalnya, di Amerika misalnya, internet dipergunakan orang-orang akademisi di kampus dan pada pemerintahan. Kaum akademisi seperti dosen atau mahasiswa biasanya menggunakan internet untuk mencari berbagai literatur untuk kepentingan belajar-mengajar atau penelitian. Selain itu, internet memudahkan penyebaran informasi kepada orang lain. Bagi pemerintah, internet biasanya digunakan untuk membuat situs pemerintahan yang menampilkan berbagai perkembangan dan kebijakan di negara atau daerah tersebut.

Setelah itu, internet dipandang secara positif dari segi ekonomi. Kemudian masuklah pebisnis dalam aplikasi internet, terutama yang berafiliasi dengan perusahaan multinasional. Bagi mereka internet menggantikan jaringan data pribadi yang berbiaya tinggi dengan jaringan standar publik yang terjangkau dengan keamanan yang tetap terjamin.

Begitu atraktifnya teknologi internet, mendorong organisasi non-pemerintahan (NGO) untuk memanfaatkan teknologi ini. NGO memandang internet sebagai alat komunikasi yang sangat berguna bagi mereka. Kebanyakan NGO menggunakan internet untuk mendapat akses informasi, membangun jaringan antar NGO dan menyampaikan aspirasi atau pesan mereka ke seluruh dunia agar didengar dan dilihat. Contoh NGO pengguna internet yang paling dramatis adalah Zapatista Liberation Front, sebuah NGO Meksiko. Mereka menggunakan internet untuk memperoleh dukungan dunia akan protes mereka terhadap pemerintah meksiko yang sewenang-wenang terhadap orang-orang di daerah Zapatista.

C. Peranan Komputer dalam Pembelajaran

Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan pembelajaran. Saat ini komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.

Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran, terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:

  1. Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman.
  2. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
  3. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.

Sebelumnya perlu dijelaskan istilah CAI dan CMI yang digunakan dalam kegiatan belajar dengan komputer.

1. CAI (Computer Assisted Instructional): yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI dapat sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.

2. CMI (Computer Management Instructional): digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat, seperti rekapitulasi data prestasi siswa, database buku/e-library, kegiatan administratif sekolah seperti pencatatan pembayaran, kuitansi, dan lain-lain.

Pada masa sekarang CMI & CAI bersamaan fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-learning, dimana urusan administrasi dan kegiatan belajar mengajar sudah masuk dalam satu sistem.

Pemakaian komputer dalam kegiatan pembelajaran bertujuan:
1. Untuk Tujuan Kognitif:

Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri.

2. Untuk Tujuan Psikomotor:

Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.

3. Untuk Tujuan Afektif:

Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.

Penggunaan komputer dalam proses pengajaran dan pembelajaran melibatkan beberapa aplikasi, seperti spreadsheet, multimedia dan internet.

D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sehubungan dengan Penggunaan

Internet dalam Pembelajaran

Terdapat beberapa hal penting yang perlu dipahami oleh para pendidik sehubungan dengan penggunaan internet dalam pembelajaran:

1. Internet hanya akan bertindak sebagai sumber dan alat bantu dalam pembelajaran. Aktivitas pembelajaran hendaklah dirancang dengan teliti oleh guru supaya internet dapat digunakan secara efektif dan efisien.

2. Internet tidak mengubah peranan guru. Malah sebaliknya , guru akan sentiasa berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mereka, khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Keterampilan dan keperibadian yang mulia akan tetap menjadi faktor utama.

3. Penggunaan internet dapat mengurangi beban tugas guru dan siswa di samping setiap aktivitas dapat dilakukan dengan sistematis.

E. Kelebihan dan Kelemahan Internet

1. Kelebihan Internet

Ada beberapa kelebihan internet, antara lain:

a. Sebagai sumber ilmu pengetahuan.

b. Sebagai bahan kursus untuk memperkaya aktivitas pembelajaran.

c. Sebagai alat bantu mengajar.

d. Mempermudah saling tukar informasi dengan orang lain, baik di dalam maupun di luar negeri.

e. Mempermudah melakukan akses, jalinan interaksi dan komunikasi dengan orang lain.

  1. Tiadanya batasan. Orang dari berbagai belahan dunia dapat mengakses beragam informasi dari belahan dunia lainnya. Seorang Indonesia dapat mengetahui bagaimana perkembangan politik, sosial dan ekonomi di Irak tanpa harus pergi ke sana. Selain itu, internet juga dapat membuat orang berkomunikasi menembus batas jarak, ruang dan waktu melalui e-mail, chatting dan teleconference.
  2. Sebelum adanya internet dan televisi satelit, pemerintah dalam satu negara dapat membatasi arus informasi yang akan disampaikan kepada khalayak yang notabene adalah rakyatnya. Informasi yang dianggap menjatuhkan, melecehkan negara dan/atau tidak sesuai dengan aturan-aturan yang dipegang teguh oleh negara tersebut, tidak akan disampaikan kepada khalayak. Pemerintah dapat memanipulasi informasi agar sesuai dengan yang diinginkannya. Berbeda halnya dengan internet, setiap orang bebas memberi dan menerima informasi dari siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Hal ini menjadikan internet sebagai pendorong revolusioner dalam arus informasi global. Kelebihan internet ini kemudian menjadi hantu bagi pemerintahan di berbagai negara. Internet menjadi suatu tantangan bagi banyak pemerintahan di dunia seperti Cina dan Singapura yang sangat memperhatikan pengendalian arus informasi ke dalam negara mereka.
  3. Bisa dijadikan ajang bisnis, promosi, iklan.
  4. Secara ekonomi bisa menjadi sarana untuk menambah penghasilan.

Khusus pemanfaatan Internet sebagai media riset memberikan beberapa keunggulan, di antaranya:

1. Konektivitas dan jangkauan global.

Di dunia maya, jaringan yang terjalin adalah jaringan global. Dengan demikian akses data dan informasi melampaui batas-batas negara. Contohnya, kita di Indonesia bisa mengakses data CIA (Central Intelligence Agency) Amerika, ABS (Australian Bureau of Statistics), Euro2000, Universitas Harvard, dan jutaan sumber informasi lainnya. Pendek kata, Internet memungkinkan peneliti yang mempunyai fasilitas terbatas untuk mengakses informasi dari database dan perpustakaan yang lengkap di seluruh dunia. Berbagai jurnal langka yang biasanya susah dijumpai di perpustakaan terlengkap di Indonesia sekatipun, tersedia di jaringan Internet. Selain itu, informasi yang tersedia juga berasal dari beraneka ragam sumber, seperti perusahaan, pesaingnya, universitas, technology providers, institusi keuangan, instansi pemerintah, dan sebagainya.

2. Akses 24 jam.

Akses informasi di Internet tidak dibatasi waktu, karena dengan lingkup global, dunia maya yang dihadirkan ‘tidak pernah tidur’. Misalnya, saat sebagian besar orang di Tasikmalaya terlelap tidur di tengah malam, masyarakat di New York justru sedang sibuk-sibuknya bekerja. Perbedaan zona waktu sudah tidak lagi menjadi kendala untuk menelusuri data di dunia maya. Responden penelitian yang dilakukan lewat Internet bisa memberikan respon atau jawaban sesuai dengan kondisi dan situasi yang dikehendaki masing-masing individu.

3. Kecepatan.

Bila dibandingkan dengan sumber data tradisional, riset melalui Internet jauh lebih cepat, karena bersifat real-time. Kita tinggal mengklik berbagal icon, selanjutnya tinggal menunggu hasil. Pencarian informasi secara elektronik melalui mesin pencari (search engines) sangat menghemat waktu, apalagi kalau dibandingkan dengan pencarian lewat katalog perpustakaan atau pencarian buku/majalah/jurnal dirak-rak perpustakaan. Dalam hal sampling, halaman web juga menjanjikan proses yang lebih cepat dan lebih murah.

4. Kenyamanan.

Peneliti lewat Internet tidak harus menghadapi berbagai persoalan birokratis, seperti ijin dari berbagai instansi untuk keperluan pengumpulan data, ‘kerahasiaan’ informasi, dan keharusan untuk datang sendirl ke instansi bersangkutan. Selain itu, berbagai fitur (features) yang dirancang khusus dan user-friendly sangat memudahkan peneliti mengakses berbagal situs Internet.

5. Kemudahan akses.

Menjamurnya bisnis warnet (warung Internet) di Indonesia (khususnya di kota-kota besar) membuat akses terhadap Internet menjadi lebih mudah. Persaingan antarwarnet dalam hal harga, kecepatan akses, dan fasilitas pendukung lainnya membuat para pengguna Internet lebih nyaman dan mudah memanfaatkan Internet untuk keperluan riset maupun tujuan lainnya.

6. Biaya relatif.

Dibandingkan dengan membeli jurnal asli, penelusuran informasi lewat Intemet jauh lebih murah. Apalagi banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Peneliti tinggal men-download atau mencetak file/naskah tertentu sesuai kebutuhannya.

7. Interaktivitas dan fleksibilitas.

Topik dan hasil riset bisa didiskusikan melalui sarana mailing list atau chatting tertentu. Selain itu, peneliti juga bisa mengikuti perkembangan terbaru atau meminta komentar dan penilaian dari berbagai pihak mengenai hasil penelitiannya.

2. Kelemahan Internet

Di samping memiliki kelebihan, internet juga mempunyai beberapa kelemahan atau dampak negatifnya, antara lain:

  1. Adanya ancaman virus
  2. Carding atau pencurian nomor kartu kredit
  3. Memudahkan orang untuk melakukan penghasutan, penghinaan, pencemoohan kepada pihak lain dengan tanpa kelihatan identitas aslinya
  4. Pembajakan karya intelektual
  5. Penyebaran situs-situs yang tidak sesuai dengan moral (pornografi)
  6. Bagi sebagian orang, internet sangat mahal, baik biaya pengadaan komputernya maupun dalam pengadaan alat-alat yang mendukung terkoneksinya program internet

Khusus untuk keperluan riset, internet juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

1. Selektivitas dan anonimitas.

Salah satu persoalan dalam riset lewat Internet adalah sulitnya mengidentifikasi identitas responden. Setiap orang, termasuk yang bukan target respon, bisa mengisi kuesioner secara on-line tanpa bisa dicegah atau dibatasi. Belum lagi adanya kenyataan bahwa setiap orang bisa memiliki sejumlah alamat e-mail berbeda dan belum tentu menggunakan identitas asli. Semua ini membuat riset secara on-line harus benar-benar selektif dalam menentukan sampling dan cara responden memberikanjawaban.

2. Clutter dan “never-ending search”.

Informasi yang tersedia di Internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya dibutuhkan. Pencarian tanpa strategi khusus bisa diibaratkan mencari jarum dalam jerami, sehingga sang peneliti ‘terjerumus’ ke dalam belantara informasi tanpa ujung. Ini sering membuat peneliti pemula di Internet mengalami frustrasi, karena bukannya mendapatkan informasi, tetapi justru menghabiskan waktu dan uang untuk pencarian yang tak tentu arah. Selain itu, godaan di Internet relatif amat besar, terutama bagi mereka yang suka menelusuri situs-situs pornografi, yang ujung-ujungnya membuat pencarian informasi menjadi tidak efektif dan lepas kendali.

3. “Virus”.

Salah satu masalah yang juga tak katah peliknya adalah risiko terkena virus komputer yang mudah menyebar lewat jaringan Internet, baik lewat e-mail maupun file-file yang di-download. Contohnya, virus ‘I Love You’ yang disebarkan lewat e-mail pemah membuat heboh seluruh dunia.

4. Reliabilitas dan validitas sumber acuan hasil riset.

Setiap orang bebas membuka homepage sendiri dan menampilkan berbagai informasi di sana. Implikasinya, tidak semua data dan informasi yang didapatkan lewat Internet andal dan valid untuk dijadikan acuan dalam penelitian. Selain itu, sumber informasi di Internet mudah berubah, misainya homepage yang telah berubah atau bahkan sudah tidak ada lagi. Akibatnya, peneliti harus selalu mencermati perubahan tersebut bila mengutip sumber bersangkutan.

5. Karakteristik demografis pemakai Internet

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Internet lebih efektif untuk menjangkau responden yang termasuk kelompok berdaya beli atau berpenghasilan dan berpendidikan relatif tinggi. Dengan demikian Internet kurang efektif bagi penelitian yang kelompok sampelnya adalah masyarakat golongan menengah ke bawah.

6. Ketergantungan pada jaringan telepon dan Internet Service Provider (ISP).

Fasilitas jaringan telepon dan ISP sangat berpengaruh terhadap biaya pemakaian Internet dan kemungkinan akses secara keseluruhan. Hingga saat ini, biaya penggunaan Internet di Indonesia masih relatif mahal, karena tarif telepon ditentukan berdasarkan pulsa yang digunakan, bukannya atas dasar jumlah panggilan (number of calls). Selain itu, saluran telepon di Indonesia masih relatif lambat, yang pada gilirannya menyebabkan waktu akses menjadi lebib lama dan biaya akses menjadi mahal. Sementara itu, terbatasnya bandwidth sistem transmisi yang disediakan ISP dan banyaknya pelanggan yang mengakses pada waktu bersamaan memperparah akses terhadap Internet. Oleh karena itu sering orang membuat plesetan tentang WWW menjadi ‘World Wait Web’.